Kelahiran Yesus Membawa Pengharapan

IMG_2335

Tukang cukur langganan saya di Taman Topi bercerita bahwa sering terjadi para pelanggannya selesai bercukur tertinggal barang-barang bawaan di tempat cukurnya. Barang-barang yang tertinggal itu antara lain adalah kacamata (ini yang paling sering), handphone, dompet, kunci rumah, barang belanjaan, dan lain-lain. Tukang cukur itu juga bercerita bahwa dia adalah generasi keempat sebagai tukang cukur. Dia mempunyai harapan di antara anak-anaknya tidak ada yang jadi tukang cukur seperti orang tuanya. Suatu keinginan/harapan yang bermaksud mau mengubah kehidupan ekonomi yang lebih baik. Dia mengalami nasib sebagai tukang cukur dari waktu ke waktu tidak ada perubahan yang banyak.

Kita tinggalkan cerita Si Tukang Cukur. Kita lihat pengalaman kita sehari-hari. Apa yang terjadi di sana? Ada pengalaman yang menggembirakan, menyenangkan, lucu, meneguhkan, optimis, dan sebagainya. Tetapi, banyak pula pengalaman yang membuat kita panik atau putus asa. Ada banyak kegelapan mengurung kita yang ditandai dengan kemiskinan, ketakutan, relasi antar anggota keluarga yang tidak baik, malapetaka, kedosaan dan berbagai masalah lain. Pengalaman-pengalaman buruk ini membuat kita sulit melihat ada harapan. Semua serba samar-samar bahkan gelap. Karena itu, apapun yang kita miliki sering kurang kita syukuri.

Pada Hari Raya Natal kita merayakan kelahiran Tuhan kita Yesus. Kita percaya bahwa Allah telah menjelma menjadi Manusia, yaitu Yesus. Ia lahir dari Bunda Maria sebagaimana diwartakan oleh malaekat Gabriel (Lk. 1:31). Kelahiran-Nya sebagai manusia, Yesus, dan hadir di tengah-tengah keluarga adalah tanda Allah mencintai kita, Allah solider dengan nasib hidup umat-Nya, dan Allah membela hidup umat-Nya.

Dengan demikian, Natal menjadi pernyataan konkret Allah berserta kita. Allah tak pernah meninggalkan kita. Natal membuka mata kita sehingga kita bisa melihat segala sesuatu dengan terang. Campur tangan Tuhan terhadap hidup kita membuat kita memiliki harapan dalam hidup ini. Natal juga menunjukkan kepada kita semua bahwa Yesus yang lahir dan hidup di dalam asuhan keluarga Yosef dan Maria menjadikan semakin terang bahwa Allah hadir dalam hidup dan keluarga kita. Berkat kehadiran-Nya maka keluarga menjadi tumpuan harapan besar sebagai tempat yang menenteramkan dan meneduhkan. Tiap-tiap orang dalam suatu keluarga diharapkan mau bermurah hati untuk memberi dan menerima maaf.

Dengan demikian diharapkan pula “Keluarga Sebagai Rahim Belas-kasih dan Pengampunan” (Surat Gembala AAP Keuskupan Bogor Tahun 2015) bisa terwujud. Keluarga seperti inilah yang memerangi lajunya semangat mementingkan diri sendiri dan mengabaikan orang lain. Semangat menyingkirkan orang lain ini mengakibatkan munculnya amarah, dendam, perseteruan dalam keluarga dan aneka sifat buruk lainnya. Bila kita dengan kepercayaan penuh dan sikap rendah hati mau menerima kelahiran Yesus sebagai tanda cinta Tuhan kepada kita, dan hidup Yesus dalam asuhan keluarga menjadikan keluarga sebagai rahim belas kasih dan pengampunan, maka inilah suatu anugerah pengharapan yang sungguh luar biasa dari peristiwa Natal. Di dalam Diri Yesus Kristus selalu ada pengharapan, walaupun kita dalam keadaan terpuruk sekalipun. “. . . . Kristus Yesus, dasar pengharapan kita,” demikian kata Rasul Paulus (1 Tim 1:1), yaitu Yesus yang suasana kelahiran-Nya diliputi kesederhanaan dan jauh dari gemerlapan pesta-pora. Jadi harapan bukanlah terletak pada kekuasaan, kekayaan, ataupun kekuatan manusia, melainkan pada kehadiran Tuhan dalam segala situasi hidup kita.

Kembali ke cerita awal di atas, menjadi tukang cukur bukanlah suatu profesi yang harus dihindari karena dinilai kurang bisa memberi harapan untuk mengubah nasib; sebab yang menjadi ukuran adalah Tuhan senantiasa beserta kita, Imanuel.

SELAMAT NATAL
Bogor, 30 November 2015
RD. Markus Lukas
Pastor Paroki

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s