HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 23 Juni 2017 : TUHAN MEMILIH ORANG-ORANG KECIL

A1

Bacaan Ekaristi : Ul 7:6-11; Mzm 103:1-2.3-4.6-7.8.10; 1 Yoh 4:7-16; Mat 11:25-30

Untuk mendengarkan suara Tuhan, kalian perlu menjadikan diri kalian kecil. Itulah pesan Paus Fransiskus dalam homilinya pada Misa harian Jumat pagi 23 Juni 2017 di Casa Santa Marta, Vatikan. Hari itu liturgi Gereja bertepatan dengan Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus.

Tuhan telah memilih kita, Ia telah “membaurkan diri-Nya dengan kita dalam perjalanan kehidupan”, dan telah memberikan “Putra-Nya, dan nyawa Putra-Nya, karena mengasihi kita”. Pada Bacaan Pertama (Ul 7:6-11), Musa mengatakan bahwa Allah telah memilih kita “dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya”. Paus Fransiskus menjelaskan bagaimana Allah dipuji karena “di dalam Hati Yesus Ia memberi kita rahmat untuk merayakan dengan sukacita misteri agung keselamatan kita, misteri agung kasih-Nya bagi kita”; yakni, merayakan “iman kita”. Secara khusus, Paus Fransiskus berkutat pada dua kata yang terkandung dalam bacaan : “memilih,” dan “kecil”. Berkenaan dengan memilih, Bapa Suci mengatakan bahwa bukanlah kita yang telah memilih Allah, tetapi sebaliknya, Allah telah menjadikan diri-Nya sebagai “tawanan kita” :

“Ia telah mengikatkan diri-Nya pada kehidupan kita; Ia tidak bisa melepaskan diri-Nya. Ia sungguh-sungguh terpasangi kuk! Dan Ia tetap setia dengan sikap ini. Kita dipilih karena kasih dan inilah jatidiri kita. ‘Aku telah memilih agama ini, aku telah memilih …’ [mungkin kita mengatakan]. Tidak, kamu tidak memilih. Dialah yang telah memilih kamu, telah memanggil kamu, dan telah menggabungkan diri-Nya kepadamu. Dan inilah iman kita. Jika kita tidak mempercayai hal ini, kita tidak memahami pesan Kristus, kita tidak memahami Injil”.

Untuk kata kedua, kata “kecil”, Paus Fransiskus mengingatkan bagaimana Musa mengatakan bahwa Tuhan telah memilih umat Israel karena umat Israel adalah “yang paling kecil dari segala bangsa” :

“Ia terpikat oleh kecilnya kita, dan karena alasan inilah Ia telah memilih kita. Dan Ia memilih orang-orang kecil: bukan orang-orang besar, orang-orang kecil. Dan Ia dinyatakan kepada orang-orang kecil : ‘Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil’. Ia dinyatakan kepada orang-orang kecil: jika kamu ingin memahami sesuatu tentang misteri Yesus, rendahkanlah dirimu : jadikanlah dirimu kecil. Sadarlah bukan apa-apa. Dan Ia tidak hanya memilih dan menyatakan diri-Nya kepada orang-orang kecil; Ia memanggil orang-orang kecil : ‘Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu’. Kamu adalah yang paling kecil – oleh karena penderitaan, oleh karena letih lesu – Ia memilih orang-orang kecil, Ia dinyatakan kepada orang-orang kecil, dan Ia memanggil orang-orang kecil. Tetapi orang-orang besar, tidakkah Ia memanggil mereka? Hati-Nya terbuka, tetapi orang-orang besar tidak mengenali suara-Nya karena mereka tidak dapat mendengarnya karena mereka penuh akan diri mereka sendiri. Untuk mendengarkan suara Tuhan, kamu harus menjadikan dirimu kecil”.

Dan dengan demikian kita sampai kepada misteri Hati Kristus, yang bukan “kartu suci” bagi orang-orang yang taat : Hati Kristus yang tertikam adalah “hati pewahyuan, hati iman kita, karena Ia menjadikan diri-Nya kecil, Ia telah memilih jalan ini” : hati perendahan diri-Nya, hati pengosongan diri-Nya “bahkan sampai wafat di kayu Salib”. Paus Fransiskus berkata, “sebuah pilihan menjadi kecillah, agar kemuliaan Allah menjadi nyata”. Dari tubuh Kristus yang tertikam oleh tombak serdadu, “darah dan air” mengalir keluar, Paus Fransiskus mengingatkan kita; dan “inilah misteri Kristus” dalam perayaan “Hati yang mengasihi, yang memilih, yang setia” dan hati yang “bergabung dengan kita, dinyatakan kepada orang-orang kecil, memanggil orang-orang kecil, menjadikan dirinya kecil” hari ini :

“Kita percaya kepada Allah, ya; ya kepada Yesus juga, ya … ‘Apakah Yesus Allah?’ [seseorang bertanya] ‘Ya’, [kita menanggapi]. Inilah pengejawantahannya, inilah kemuliaan Allah. Kesetiaan dalam memilih, dalam menggabungkan diri-Nya dan menjadikan diri-Nya kecil, bahkan untuk diri-Nya : menjadi kecil, mengosongkan diri-Nya. Masalah iman adalah inti hidup kita : kita bisa menjadi begitu berlimpah, begitu saleh, tetapi dengan sedikit atau tanpa iman; kita harus mulai dari sini, dari misteri Yesus Kristus, yang telah menyelamatkan kita dengan kesetiaan-Nya”.

Paus Fransiskus mengakhiri homilinya dengan doa agar Tuhan sudi menganugerahi kita rahmat merayakan dalam Hati Yesus yang Mahakudus, “tindakan-tindakan agung, karya-karya agung keselamatan, karya-karya agung penebusan”.

Sumber : http://pope-at-mass.blogspot.co.id/2017/06/homili-paus-fransiskus-dalam-misa-23.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s