Sekolah Katolik di Tengah Persaingannya

11

Hari libur telah usai, anak-anak sudah mulai bersekolah. Kesibukan orang tua dalam mencari sekolah anaknya yang sesuai kemampuan dan harapannya pun telah usai. Demikian penerimaan siswa di sekolah-sekolah.  Berita Paroki bulan Juli ini sengaja mengangkat tema “Tantangan Sekolah Katolik di Masa Depan”, agar para orang tua dan kita semua sedikit mengetahui apa yang telah dan akan sekolah Katolik ke depan dalam menghadapi tantangan dan persaingan yang tidak mudah. Berikut petikan wawancara A. Sudarmanto dari redaksi Berita Paroki bersama dengan Romo Ignatius Irwan Sinurat, selaku  Kepala Perwakilan Yayasan Mardi Yuana Bogor dan sebagai salah satu Pengurus Yayasan Mardi Yuana kantor pusat,

  1. Menurut Romo bagaimana keadaan sekolah Katolik saat ini? (khususnya dalam penerimaan siswa baru)

Sekolah katolik khususnya yang berada di Bogor merupaka sekolah yang sudah lama berdiri, mungkin dapat disejajarkan dengan “sekolah tua” lain yang sudah ada di Bogor. Sekoah tersebut diantaranya; Mardi Yuana, Regina Pacis, Mardi Waluya, Budi Mulia, dll. Mardi Yuana sendiri sudah berumur 68 tahun, dan syukur kapada Tuhan sampai saat ini sekolah Mardi Yuana mash berdiri. Dalam rentang waktu yang panjang sekolah katolik sudah memulai kiprahnya untuk turut perduli dalam gerakan mencerdaskan anak bangsa. Oleh karena itu, saya rasa di tengah kalangan masyarakat Bogor, nama sekolah Katolik sudah memperoleh tempat tersendiri di hati mereka.

Jika sekolah sudah memperoleh tempat di hati masyarakat, maka bukan suatu hal yang mengherankan jika sekolah Katolik tetap diminati dan dipercaya menjadi salah satu pilihan terbaik bagi orang tua untuk tetap mempercayakan anak-anak mereka dididik di sekolah katolik.

  1. Bagaimana index prestasi para siswa makin membaik atau sebaliknya?

Jika ditanya demikian, karena saya bertugas di Yayasana Mardi Yuana, sebagai Yayasan yang bergerak daam dunia pendidikan yang merupakan milik Keuskupan Bogor, maka saya akan menjawab berdasarkan pemahaman saya sebagai kepala perwakilan Yayasan Mardi Yuana.

Sebagai salah satu sekolah tertua, Mardi Yuana sudah meluluskan banyak anak didik mulai tahun 1949. Dalam rentang waktu yang cukup lama itu, para alumni sekolah Mardi Yuana sudah menyebar mengukir prestasi, baik di indonesia maupun di negara-negara luar. Para murid maupun guru telah menunjukan prestasi yang baik dari tahun ke tahun, baik dalam bidang akademis, maupun dalam bidang olah raga.

Misalnya saja dalam bidang akademis, anak-anak kami yang bernama:

  1. Clara Sutandi (2016-2017) lulus perguruan UNTAR dengan predikat terbaik prodi Teknik Arsitekstur.
  2. Regina (2016-2017) Lulus perguruan tinggi UNTAR dengan predikat terbaik prodi DKV.
  3. Yunita Haryanto (2016-2017) Lulus perguruan tinggi Universitas Surabaya dengan predikat terbaik prodi Farmasi.

Selain itu anak-anak kami juga setiap tahun sering menjuarai lomba-lomba piala tingkat kota, propinsi, bahkan nasional baik dalam bidang olah raga maupun akademis.

Belum lama, 2 orang anak kami yang duduk dibangku kelas 5 SD memenangkan kejuaraan renang, masing memperoleh 5 medali emas dan 3 medali emas ditingkat kota dan jga menjuarai di tingkat propinsi. setiap tahun index prestasi mereka semakin meningkat.

  1. Apa yang telah dan akan dilakukan dalam menghadapi persaingan dengan sekolah-sekolah non-katolik yang semakin ketat?

Persaingan itu soal biasa dan dari dulu sekolah-sekolah non katolik sudah banyak berdiri. Tidak ada kiat khusus, para guru hanya melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Mereka mengajar dengan sepenuh hati, memberikan yang terbaik bagi anak-anak didik mereka, memberi contoh teladan yang baik, dan menerapkan kedisplinan kepada mereka. selebihnya masyarakat/orangtua akan menilai sendiri mana sekolah yang baik untuk anak-anak mereka.

  1. Kendala apa saja yang dihadapi sekolah dalam menghadapi persaingan di jaman Global saat ini dengan perkembangan teknologinya?

Perkembangan zaman diikuti dengan perkembangan tegnologi. Jika tegnologi berkembang maka cara manusia dalam berelasi juga menjadi berkembang.

Contoh:

  1. dulu tidak ada komputer, sekarang hampir semua orang menggunakan komputer. Sebelum menggunakan komputer, para murid harus menyimpan catatan mereka dalam buku, sekarang data catatan mereka dapat disimpan dalam hardisk komputer yang mampu menyimpan dalam skala besar. Ribuan buku catatan dapat simpan dalam bentuk hardisk atau flash disk yang kecil.
  2. dulu HP (hand phone) tidak ada, orang harus menulis surat jika mau berbicara jarak jauh. sekarang setiap orang bisa bicara dari jarak jauh, bahkan bisa menatap lawan bicara degan menggunakan HP.
  3. dulu belajar hanya menggunakan papan tulis, sekarang mereka bisa menggunakan Infocus.
  4. dulu mencari informasi hanya melalui media cetak. sekarang sejak diketemukan innternet, setiap orang bisa mengakses informasi dengan cepat, dimana saja dan kapan saja dengan menggunakan internet.

Dengan majunya tegnologi serentak media pembelajaran serta pola belajar mengajar juga menjadi berubah, berkembang menjadi lebih baik. Hal itu menuntut para guru untuk bisa beradaptasi dengan kemajuan tegnologi untuk kemudian menggunakannya sebagai alat untuk mempermudah proses pembelajaran.

untuk menghadapi persoalan itu, sekolah pada umumnya menyiapkan alat-alat pendukung itu sebagai sarana prasarana sekolah untuk meningkatkan mutu proses pembelajaran disekolah.

Misalnya: menyediakan lab komputer, lab bahasa inggris, infocus, internet, dll.

Para guru juga turut dibekali dengan pelatihan atau seminar-seminar dalam bidang tegnologi agar mereka bisa menggunakan teknologi secara tepat guna kepada anak didik mereka.

  1. Saat ini sekolah-sekolah negeri dibebaskan iuran SPP dan uang panggkal, tentu banyak orang tua yang melirik untuk juga menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri yang favorit, bagaimana sekolah katolik menanggapi situasi seperti ini?

Kalau ditanya demikian, tentu hal ini membawa dampak kepada sekolah Katolik. Sekolah gratis dari pemerintah menjadikan sekolah Katolik terasa lebih mahal sehingga banyak orang tua tidak tertarik memasukan anaknya disekolah Katolik. Sekolah gratis juga mengakibatkan beberapa sekolah Katolik kekurangan biaya sehingga manajemenya mengalami kesulitan

Namun menurut saya yang menjadi persolan besar tidak hanya soal gratis atau tidak, melainkan lebih berbicara soal kualitas. Dengan kata lain orang tua akan memberikan yang tebaik untuk anak-anak mereka meskipun harus membayar dengan harga yang sangat mahal. Misalnya saja; kita bisa melihat banyak orang tua menyekolahkan anak-anak mereka di luar negeri dengan biaya ratusan juta dengan harapan anak mereka menerima pendidikan yang terbaik.

Sekolah katolik karena bersifat mandiri, tentu tidak bisa meng-gratiskan biaya pendidikan. Kami harus menggaji para guru dan menyediakan sarana dan prasarana pendidikan secara mandiri. Kami juga memberikan beasiswa kepada siswa berprestasi dan memberikan beasiswa kepada orang tua yang tidak mampu untuk dapat menyekolahkan anak-anaknya. Kami senantiasa berjuang untuk memberikan kualitas terbaik untuk mencerdaskan anak-anak bangsa dan memberi pemahaman kepada masyarakat betapa pentingnya pendidikan untuk masa depan anak-anak mereka.

  1. Apa yang membedakan sekolah Katolik dengan sekolah yang lainnya?

Jika ditanya apakah ada perbedaan, tentu saja ada. Dari namanya saja sudah sekolah katolik, pasti berbeda dengan sekolah umumnya. Nota Pastoral Konfrensi Wali Gereja Indonesia (KWI) tahun 2008 menegaskan peran Lembaga Pendidikan Katolik sebagai media pewartaan kabar gembira. Melalui nota pastoral, para uskup menyatakan kepedulian akan pendidikan degan mengingatkan kembali inti dan kekhasan Lembaga Pendidian Katolik sebagai lembaga yang setia terhadap pencerdasan kehidupan bangsa, setia terhadap ciri khas Katolik, dan setia terhadap semangat luhur pendiri.

Beberapa ciri-ciri sekolah katolik:

  1. Model manusia utuh adalah Kristus sendiri sehingga perkembangan pribadi siswa, pendidik, dan semangat yang dikembangkan adalah meneladan Kristus.
  2. Prinsip Injili yaitu kasih menjadi tekanan dalam penyelenggaraan pendidikan, suasan sekolah, dan manajemen sekolah.
  3. Membantu siswa menjadi seorang kristen yang utuh, yang hidup bersama orang lain dan terlibat dalam masyarakat.
  4. Membantu siswa berkembag menjadi manusia bagi orang lain dan bersama orang lain. dll.

Beberapa Nilai Katolik yang harus ada dalam Sekolah Katolik

  1. Nilai dan semangat kasih persaudaraan. Dalam semangat ini dikembangkan beberapa nilai, seperti penghargaan kepada pribadi manusia, hak asasi manusia, kebebasan berpikir, kebebasan mengambil keputusan dan tanggung jawab, kerelaan hidup dan bekerja sama dengan orang yang berbeda, semangat multi kultural, dan penghargaan gender.
  2. Iman akan Allah yang mendalam. Dalam lingkup ini, beberapa nilai mendapatkan perhatian, seperti religiositas pendalaman agama masing-masing, kebebasan beribadat, penghargaan kepada ciptaan Tuhan, serta kelestarian alam dan lingkungan.
  3. Nilai sosial, keadilan. Dalam nilai ini, beberapa nilai lain mendapatkan perhatian, seperti perhatian pada orang miskin dan kecil, tindak anti korupsi, dan kejujuran. Perhatian khusus pada siswa yang miskin, lemah, dan tersingkir harus menjadi ciri penting dalam sekolah katolik.
  4. Nilai moralitas. Siswa perlu dibantu untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab terhadap apa yang dipikirkan dan dilakukan.
  5. Siswa perlu dibantu menjadi pribadi yang kritis, kreatif, dan selalu mencari kebenaran. pengembangan sisi intelek perlu disertai juga pengembangan segi emosi, afeksi, dan spiritual.
  6. Semangat kasih perlu diwujudkan secara nyata dengan semangat mau diutus bagi orang lain, menjadi garam dunia, telibat dalam masyarakat.

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s